![]() |
| Djohar Arifin Husein meragukan keabsahan Kongres Bali |
Djohar Arifin Husein yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PSSI ini beranggapan bahwa dirinya tidak pernah melanggar Statuta PSSI, sementara untuk hasil dari kongres Bali ini diragukannya. Sementara untuk eks staf ahli Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia ini juga meragukan akan kongres Bali itu.
Ketika di kantor PSSI yang berada di Senayan, Jakarta pada hari Jum’at (23/12), Djohar pernah mengatakan bahwa "Kongres Bali itu tanda tanya,”
"Pertama, soal undangan. Dalam undangan tidak disebutkan agendanya. Ini jelas tak sesuai statuta." Ujar Djohar yang beranggapan bahwa kongres Bali itu sudah melanggar aturan.
"Bukan hanya dari satu atau dua orang, tapi banyak orang. Acara tersebut hanya mengevaluasi program kerja yang lalu sekaligus membahas program yang akan datang. Selain itu, pemaparan kompetisi amatir, dan pemaparan program timnas U-23. Itu saja, tidak ada yang lain," jelas Djohar.
Melalui beberapa pihak yang ikut serta dalam kongres itu, Djohar telah menambahkan kalau dirinya telah mendapatkan informasi tentang kongres tersebut.
Djohar Arifin Husein merasa tidak bersalah akan penetapan kompetisi yang hanya diikuti oleh 24 tim, dikarenakan ihwal kompetisi ini tidak dibahas di dalam kongres.
Dari kompetisi yang hanya diikuti dan ditetapkan 24 tim ini mengakibatkan dualisme kompetisi di Indonesia dan kini sedang kisruh. Dan pada akhirnya pihak yang tidak senang akan hal itu, sepakat segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).

0 komentar:
Posting Komentar